Ketika
kita merasakan bahwa kita sedang jatuh cinta, maka yang kita pikirkan adalah
bagaimana caranya untuk selalu dekat dengan orang yang kita cintai, selalu
mendengar kabarnya dan selalu ingin tahu banyak hal tentangnya. Ya itulah yang
aku rasakan. Rasa yang menggebuh-gebuh datang tanpa bisa dikendalikan, rasa
yang kadang mengendalikanku menjadi orang yang bukan lagi diriku sendiri. Well
tapi kali ini aku gak akan cerita tentang bagaimana cinta aku terwujud, tapi
aku ingin menulis tentang bagaimana usaha aku untuk mencoba mengendalikannya,
sehingga ini tidak akan melanggar syar’i (lagi) (lagi) dan (lagi).
Mungkin
sebagian orang dari kita pernah merasakan rasanya diomongin sama orang tua kita
gini “hai neng tuh liat anaknya si (ini)
pacarnya punya mobil, ganteng, ini itu bla bla bla bla looohh....kalau neng
punya pacar ga?” mungkin pertanyaan ini yang sering membuat muda mudi
sekarang merasa dirinya seorang looser!!!
Seorang yang tidak laku!!! Seorang yang kuno!!! Masa hari gini ga punya
pacar?!?!? HELLOOOOWW OMG PLIIISSSS
YAAHH!!! Hahahahahaha :D
Kalau
kalian ada yang kayak gitu berarti kalian sama kaya aku B-) awalnya mungkin
agak menjengkelkan tapi belajarlah dari pengalaman orang disekeliling kalian,
belajarlah dari buku, tapi jangan sampai loh ya kita belajar dari pengalaman
kita sendiri. Aku belajar banyak dari pengalaman orang-orang yang mungkin tidak
aku kenal tapi ada banyak teman yang menceritakan kisah hidup temannya yang
sangat menakjubkan tentang sebuah ketentuan (takdir) yang sangat menakjubkan.
Takdir yang dirancang oleh Allah yang begitu indah...sangat indah!!
Misalnya
apa kita yakin dan jamin orang yang
berpacaran sekian tahun dan memamerkan kemesraannya didepan umum dan ingin
menunjukan pada dunia kalau mereka sedang jatuh cinta dan mereka orang yang
paling bahagia didunia. Tapi lihat tidak jarang kasus perceraian yang bahkan
usia pernikahan mereka lebih pendek dari usia pacaran mereka. Lihat banyak
kasus hamil diluar nikah, aborsi, dan ada yang membuang bayinya sendiri dan
bahkan membunuhnya sehingga mereka menggung dosa yang amat besar dan aib serta
malu atas perbuatan mereka sendiri. Perbuatan yang mereka katakan itu adalah
atas nama cinta. Apa ini yang namanya cinta??
Cinta bukanlah sepertilah itu, cinta
itu indah perasaan yang membuat kita ingin dan ingin selalu berbuat yang lebih
baik lagi dan yang membuat kita lebih dekat dengan-Nya. Ada satu kutipan dari
buku yang baru aku baca, bukunya Dr. Khalid Jamal, bukan sok pintar ya aku mah
tapi marilah sama-sama belajar karena aku juga baru belajar...baru
bangeeetttt!!! Gini kutipan dari bukunya yang berjudul Ajari Aku Cinta:
“setiap
orang yang sedang dimabuk cinta pasti ia tidak menghendaki kekasihnya merupakan
salah satu komponen kemaksiatan yang ia lakukan. Demikian pula ia tidak mau menjadikan
salah satu komponen kemaksiatan yang dilakukan kekasihnya, camkanlah arti kata
cinta yang amat muliah tersebut. tidak hanya sebatas pada sebuah interaksi
fisik antara seorang lelaki dan seorang perempuan.
Wahai orang yang sedang kasmaran,
ketahuilah bahwa kemuliaan cinta itu terjadi terjadi seandainya ia dapat
dilakukan secara optimal oleh jiwa ragamu! Janganlah menodai kemuliaan cinnta
yang pada akhirnya akan mengakibatkan kekasihmu menjadi musuh bagimu dihari
kiamat nanti. Sebagaimana difirmankan oleh Allah Swt:
“orang-orang yanng bersekutu (di dunia) pada hari itu sebagian mereka terhadap
sebagian lainnya menjadi musuh, kecuali
orang-orang bertakwa.” (Az-Zukhruf: 67).
Semua kawan akrab dan orang-orang
yang kita sayangi pada hari kiamat nanti akan menjadi musuh kita, kecuali jika
pertemanan dan kasih sayang itu dilakukan karena Alllah swt semata. Cinta yang
dilandasannya seperti itu akan kekal. Itulah cinta yang sesungguhnya, meskipun
masih ada tingkatan-tingkatan cinta lain di dalamnya.”
Jadi intinya kalau kita mencintai
seseorang gak mungkin kan kita membiarkan orang yang kita cintai itu masuk
neraka karena dosa yang kita lakukan. Cara mengatakan kalau kita mencintai
seseorang adalah dengan mengajaknya menikah. Bila belum siap untuk menikah maka
tahan perasaan itu sampai siap dan sambil terus memperbaiki diri. Dan apabila
orang yang kita harapkan itu ternyata bukan milik kita maka jangan bersedih,
karena Allah akan menggantinya dengan orang yang lebih baik. Setidaknya awal
kata dari paragraf ini adalah ucapan dari seseorang
yang.....hemmmm....sangatt...ahh sudahlah *sambil senyum malu-malu*.
Kita lihat orang yang saling mencintai
karena Allah, cintanya akan kekal sampai di akhirat nanti...itu janji Allah
loohh...Allah ga akan pernah ingkar janji. Allah tau mana yang terbaik untuk
kita maka minta terus petunjuk pada Allah dan lakukan yang Allah perintahkan
yaitu menjauhi larangannya dan menjalankan perintahnya. Insya Allah akan
diberikan yang terbaik oleh Allah.