Senin, 30 Juni 2014

untitled 1



            Ketika kita merasakan bahwa kita sedang jatuh cinta, maka yang kita pikirkan adalah bagaimana caranya untuk selalu dekat dengan orang yang kita cintai, selalu mendengar kabarnya dan selalu ingin tahu banyak hal tentangnya. Ya itulah yang aku rasakan. Rasa yang menggebuh-gebuh datang tanpa bisa dikendalikan, rasa yang kadang mengendalikanku menjadi orang yang bukan lagi diriku sendiri. Well tapi kali ini aku gak akan cerita tentang bagaimana cinta aku terwujud, tapi aku ingin menulis tentang bagaimana usaha aku untuk mencoba mengendalikannya, sehingga ini tidak akan melanggar syar’i (lagi) (lagi) dan (lagi).
            Mungkin sebagian orang dari kita pernah merasakan rasanya diomongin sama orang tua kita gini “hai neng tuh liat anaknya si (ini) pacarnya punya mobil, ganteng, ini itu bla bla bla bla looohh....kalau neng punya pacar ga?” mungkin pertanyaan ini yang sering membuat muda mudi sekarang merasa dirinya seorang looser!!! Seorang yang tidak laku!!! Seorang yang kuno!!! Masa hari gini ga punya pacar?!?!? HELLOOOOWW  OMG PLIIISSSS YAAHH!!! Hahahahahaha :D
            Kalau kalian ada yang kayak gitu berarti kalian sama kaya aku B-) awalnya mungkin agak menjengkelkan tapi belajarlah dari pengalaman orang disekeliling kalian, belajarlah dari buku, tapi jangan sampai loh ya kita belajar dari pengalaman kita sendiri. Aku belajar banyak dari pengalaman orang-orang yang mungkin tidak aku kenal tapi ada banyak teman yang menceritakan kisah hidup temannya yang sangat menakjubkan tentang sebuah ketentuan (takdir) yang sangat menakjubkan. Takdir yang dirancang oleh Allah yang begitu indah...sangat indah!!
            Misalnya apa kita yakin dan jamin  orang yang berpacaran sekian tahun dan memamerkan kemesraannya didepan umum dan ingin menunjukan pada dunia kalau mereka sedang jatuh cinta dan mereka orang yang paling bahagia didunia. Tapi lihat tidak jarang kasus perceraian yang bahkan usia pernikahan mereka lebih pendek dari usia pacaran mereka. Lihat banyak kasus hamil diluar nikah, aborsi, dan ada yang membuang bayinya sendiri dan bahkan membunuhnya sehingga mereka menggung dosa yang amat besar dan aib serta malu atas perbuatan mereka sendiri. Perbuatan yang mereka katakan itu adalah atas nama cinta. Apa ini yang namanya cinta??
Cinta bukanlah sepertilah itu, cinta itu indah perasaan yang membuat kita ingin dan ingin selalu berbuat yang lebih baik lagi dan yang membuat kita lebih dekat dengan-Nya. Ada satu kutipan dari buku yang baru aku baca, bukunya Dr. Khalid Jamal, bukan sok pintar ya aku mah tapi marilah sama-sama belajar karena aku juga baru belajar...baru bangeeetttt!!! Gini kutipan dari bukunya yang berjudul Ajari Aku Cinta:
“setiap orang yang sedang dimabuk cinta pasti ia tidak menghendaki kekasihnya merupakan salah satu komponen kemaksiatan yang ia lakukan. Demikian pula ia tidak mau menjadikan salah satu komponen kemaksiatan yang dilakukan kekasihnya, camkanlah arti kata cinta yang amat muliah tersebut. tidak hanya sebatas pada sebuah interaksi fisik antara seorang lelaki dan seorang perempuan.
            Wahai orang yang sedang kasmaran, ketahuilah bahwa kemuliaan cinta itu terjadi terjadi seandainya ia dapat dilakukan secara optimal oleh jiwa ragamu! Janganlah menodai kemuliaan cinnta yang pada akhirnya akan mengakibatkan kekasihmu menjadi musuh bagimu dihari kiamat nanti. Sebagaimana difirmankan oleh Allah Swt:
            orang-orang yanng bersekutu (di  dunia) pada hari itu sebagian mereka terhadap sebagian lainnya  menjadi musuh, kecuali orang-orang bertakwa.” (Az-Zukhruf: 67).
            Semua kawan akrab dan orang-orang yang kita sayangi pada hari kiamat nanti akan menjadi musuh kita, kecuali jika pertemanan dan kasih sayang itu dilakukan karena Alllah swt semata. Cinta yang dilandasannya seperti itu akan kekal. Itulah cinta yang sesungguhnya, meskipun masih ada tingkatan-tingkatan cinta lain di dalamnya.”
Jadi intinya kalau kita mencintai seseorang gak mungkin kan kita membiarkan orang yang kita cintai itu masuk neraka karena dosa yang kita lakukan. Cara mengatakan kalau kita mencintai seseorang adalah dengan mengajaknya menikah. Bila belum siap untuk menikah maka tahan perasaan itu sampai siap dan sambil terus memperbaiki diri. Dan apabila orang yang kita harapkan itu ternyata bukan milik kita maka jangan bersedih, karena Allah akan menggantinya dengan orang yang lebih baik. Setidaknya awal kata dari paragraf ini adalah ucapan dari seseorang yang.....hemmmm....sangatt...ahh sudahlah *sambil senyum malu-malu*.
Kita lihat orang yang saling mencintai karena Allah, cintanya akan kekal sampai di akhirat nanti...itu janji Allah loohh...Allah ga akan pernah ingkar janji. Allah tau mana yang terbaik untuk kita maka minta terus petunjuk pada Allah dan lakukan yang Allah perintahkan yaitu menjauhi larangannya dan menjalankan perintahnya. Insya Allah akan diberikan yang terbaik oleh Allah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar