Mesin
waktu...yah, aku butuh mesin waktu
Mesin
waktu yang menghantar aku ke masa itu
Masa
dimana kau mengucapkan kata itu
kata
perpisahan...dan kau menyuruhku untuk melupakan semuanya
yah...aku
butuh mesin waktu
aku
ingin kembali ke masa itu
aku
ingin mengatakan padamu kalau aku juga pantas untuk dicintai
***
Entah aku harus berkata maaf berapa
kali padaMu ya Allah atas kekhilafanku ini yang telah mencintai hambaMu
melebihi cinta hamba padaMu. Aku tahu bahwa jodoh, maut, rizki sudah Engkau
tetapkan dan telah tertulis di Lauh Mahfuz. Aku tidak percaya dengan takdir terbaikMu
yang akan Engkau berikan kepada hamba-hambamMu. Aku terlalu mendahului takdirMu
dan menganggap baik semua yang aku lakukan padahal Engkau jelas-jelas berfirman
“boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal
ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia
amat buruk bagimu ( QS. 2: 216).
Engkaulah Allah Azza wa jalla..
***
Penyesalanku
adalah mengapa aku menangisi sesuatu yang memang bukan milik kita. Mengapa aku
mengaharapkan sesuatu yang mungkin Allah takdirkan bukan untuk aku miliki. Mengapa
aku mencantai seseorang karena nafsu bukan karenaMu. Aku merasa buruk dimata
satu orang seakan-akan aku buruk dimata semua orang. Aku bahkan tidak pernah
menanyakan pada diriku sendiri bagaimana penilaian Allah terhadapku, apakah aku
baik dimata Allah ataukah buruk dimataNya. Aku hanya memikirkan bagaimana
penilaian orang kepadaku bukan penilaian Allah padaku. Aku hanya sibuk untuk
terlihat baik diamata mahluknya bukan mencoba terlihat baik dimatamu.
Andai
aku mempunyai mesin waktu aku ingin kembali kemasa itu dan memperbaiki
segalanya dan aku hanya ingin baik dimataMu bukan dimata mahlukMu yang bahkan
bukan siapa-siapa. Aku hanya ingin mengatakan “kalaupun aku tidak dicintai
olehmu aku mungkin akan dicintai
olehNya....Allah”.
Ya
Allah mulai dari sekarang hambamu ini ingin berhusnuzon tentang semua takdirmu
yang Engkau berikan padaku. Aku akan bersabar atas semua takdirmu. Takdir yang jika
aku sabar dan syukuri akan mengantarkanku ke jannah. Aamiin ya Robbul’alamiin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar