Ketika hujan turun
menetes di kaca bus yang di dalamnya tersusun bersap-sap sepasang bangku kosong
yang hanya satu kursi saja yang terisi setiap sapnya...
Dan aku duduk dibangku
ke 6 dari depan sebelah kanan bus, dibagian dimana aku bisa melihat gelapnya
jurang cadas pangeran dari kaca bus tujuan cirebon...
Dari kaca itu bukan
hanya tetesan air hujan dan hamparan jurang cadas pangeraan saja yang
terlihat...tapi juga tetesan tetesan rintik hujan yang seolah melukiskan kenangan.
Kenangan tentang seseorang..
Ketika
potongan-potongan kenangan itu muncul satu persatu membentuk suatu rangkaian
kisah yang Tuhan telah tuliskan untukku.
Dan kenangan itupun
mulai menggelayut dipikiran, sekilas teringat...seorang gadis yang cuek, jutek,
tidak peduli, masa bodoh dengan orang yang ada disekitarnya dan hanya
menganggap dirinya lebih baik dari orang lain itu mulai merasa jenuh dengan
kehidupan dan rutinitas seharinya. Selalu termenung dikosan dan sesekali
bercanda dengan teman sekosannya yang bernama iyang. Seorang sahabat dari
sumedang yang sama-sama kuliah di salah satu universitas terbaik di kota
bandung. Kota yang katanya penuh dengan orang gaul dan orang-orangnya yang kreatif
dan menarik....ya menurutku benar disini banyak wanita cantik dan menarik...kalau
cowonya kurang begitu, maklumlah aku lebih suka dengan tipe mas mas jawa >.<
*
* *
Bersambung......
Tidak ada komentar:
Posting Komentar